Menurunkan Berat Badan dengan Green Coffe: Fakta atau Hoax?

By | May 25, 2017

Menurunkan Berat Badan dengan Green Coffe: Fakta atau Hoax? – Menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan olah raga dan mengatur pola makan. Sayangnya tidak semua orang bisa melakukan cara ini untuk menurunkan berat badan. Alhasil, banyak orang yang mencari alternatif untuk menurunkan berat badan. Salah satunya yaitu dengan mengonsumsi suplemen diet. Salah satu suplemen diet yang sedang hits saat ini yaitu green coffee. Green coffee diklaim sebagai suplemen diet yang mampu menurunkan berat badan secara efektif. Fakta atau hoax? Simak selengkapnya!

Berita Mengenai Hoaxnya Green Coffe untuk Menurunkan Berat Badan

Green coffee disebut-sebut sebagai produk yang hoax. Produk ini dianggap tidak memberikan hasil apapun, selain menghabiskan uang konsumen untuk hal yang percuma. Sejumlah pihak berupaya untuk mematahkan temuan ini. Di antaranya yaitu bahwa green coffee sama sekali hoax karena tidak dapat menurunkan berat badan secara cepat dan efektif seperti yang dijanjikan. Menurut berita tersebut, mengonsumsi green coffee dengan jenis kopi lainnya tidak jauh berbeda efeknya bagi penjalan diet.

Berita lainnya yaitu tentang penelitian yang dilakukan dianggap belum selesai, sehingga belum layak menjadi sebuat temuan medis yang dapat implementasikan secara luas. Berita ini bahkan memperingatkan orang-orang untuk tidak mengonsumsi green coffee karena belum jelas manfaatnya. Bahkan berita ini menduga-duga efek samping yang akan didapatkan oleh konsumen bila tetap ingin mengonsumsi green coffee.

Fakta Mengenai Green Coffee untuk Menurunkan Berat Badan

Adanya berita-berita ini dicurigai karena adanya persaingan dalam bisnis. Setelah beredarnya hasil penelitian mengenai manfaat green coffee bagi penurunan berat badan, masyarakat tertarik, alhasil ekstrak green coffee di pasaran laku keras. Betapa tidak, konsumen merasa puas dengan penurunan berat badan yang mereka alami. Green coffee banyak dirasakan manfaatnya sebagai suplemen diet yang cepat dan efektif dibandingkan dengan olah raga dan mengatur pola makan.

Bagaimana bisa, kopi yang tidak diolah memiliki kandungan yang sama dengan kopi yang sudah diolah? Perbedaan cara mengolah ini tentu akan menghasilkan efek yang berbeda. Green coffee merupakan jenis kopi yang dikonsumsi dengan tanpa proses penggorengan (sangrai). Sehingga biji kopi masih terlihat hijau, oleh karena itu dinamakan green coffee. Dengan melewatkan proses penggorengan ini, green coffee mash kaya akan kandungan klorogenat.

Klorogenet berfungsi untuk menekan penyerapan karbohidrat pada usus besar, memicu produksi hormon insulin. Insulin sendiri merupakan pengontrol kadar gula dalam darah. Selain itu, zat klorogenat mempu mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh, sehingga akan diperoleh berat badan yang ideal. Bahkan, tumpukan lemak yang dapat dikurangi dengan mengonsumsi green coffee tidak hanya pada perut, lengan, paha, maupun pipi; melainkan juga pada organ hati.

Organ hati juga berpeluang mengalami penumpukan lemak. Kondisi ini disebut dengan perlemakan hati. Perlemakan hati sangat berbahaya bagi kesehatan karena mampu mengurangi fungsi hati, sehingga akan mengganggu metabolisme tubuh.

Khasiat green coffee telah dikaji ulang dan mendapatkan hasil bahwa green coffe efektif digunakan sebagai suplemen diet. Sebuah penelitian membandingkan efek green coffee dengan kopi hitam biasa. Sebanyak 30 orang diberi perlakuan yang berbeda selama 12 minggu berturut-turut. Pada kelompok pertama diberi green coffee. Sedangkan kelompok kedua diberi kopi hitam biasa. Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa green coffee menurunkan berat badan lebih banyak dari pada kopi hitam biasa.

Mengenai hoax atau tidaknya, orang pasti sudah dapat menilai dengan bukti-bukti yang ada. Baik dari penelitian lanjutan, maupun dari berbagai testimoni dari konsumen yang telah membuktikan keefektifan green coffee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *